- Untuk mengetahui apa yang saja alat yang digunakan untuk menguji transistor
- Untuk memahami materi tentang cara pengujian transistor
- Dapat mensimulasikan rangkaian untuk menguji transistor
1. Curve Tracer
Untuk mengukur dan melihat grafik dari pengujian dioda dan transistor. Prinsip kerjanya sederhana yaitu ada tiga terminal yang bisa dihubungkan ke perangkat semikonduktor, contohnya transistor. Terminal C dihubungkan ke kolektor dan terhubung ke resistor variabel dan catu daya, terminal B terhubung ke sumber arus konstan yang bisa diatur berapa besarnya, terminal E dihubungkan ke emitor dan terhubung dengan ground. Nah, untuk melihat grafiknya cukup hubungkan output dari curve tracer dengan osiloskop
2. Multimeter DigitalAlat ini digunakan untuk mengukur arus, tegangan dan resistansi. Alat ini juga dapat mengukur secara langsung layak atau tidaknya transistor untuk dipakai.
3. Ohmmeter
Ohmmeter digunakan untuk mengukur resistansi pada resistor. Ohmmeter juga dapat mengukur kelayakan transistor, bisa atau tidaknya transistor digunakan.
- Bahan[Back]
1. Transistor
Transistor merupakan sebuah alat semikonduktor yang dapat dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Umumnya, transistor memiliki 3 terminal (kaki), yaitu Basis, Emitor, dan Kolektor.
Terdapat 3 cara untuk menguji transistor yaitu, penggunaan Curve Tracer, meteran digital, dan ohmmeter.
- Curve Tracer
Alat ini dipakai untuk melihat grafik karakteristik dari perangkat semikonduktor terutama diode dan transistor
Masing-masing kaki transistor dihubungkan ke curve tracer yang telah tersedia
Kita juga bisa mengatur untuk menguji dengan apa, apakah itu NPN ataupun PNP, dan juga menggunakan resistansi rendah ataupun resistansi tinggi
| |
a. Base-Emitor check Untuk transistor NPN, sambungkan kabel positif ohmmeter ke basis dan kabel negatif ke emitor transistor. Transistor akan menunjukkan konektivitas. Dan sebaliknya untuk transistor PNP. Untuk transistor NPN, jika kabel positif ke emitor dan kabel negatif ke basis, transistor yang baik tidak akan menunjukkan konektivitas
b. Base-Collector check Untuk transistor NPN, sambungkan kabel positif ohmmeter ke basis dan kabel negatif ke kolektor. Transistor akan menunjukkan konektivitas. Dan sebaliknya untuk transistor PNP. Untuk transistor NPN, jika kabel positif ke kolektor dan kabel negatif ke basis, transistor yang baik tidak akan menunjukkan konektivitas Selain itu,ohmmeter juga digunakan untuk menentukan lead (dasar, kolektor, dan emitor) transistor |
Menguji Transistor dengan metode base-emitor
1. Buka Aplikasi Proteus 8.13
2. Ambil ohmmeter, Transistor dan Dioda pada librarynya
3. Hubungkan kutub positif ohmmeter dengan kutub positif dari Dioda
4. Hubungkan kutub positif dioda dengan basis dari transistor
5. Hubungkan kutub negatif ohmmeter dengan kutub negatif dari Dioda
6. Hubungkan kutub negatif dioda dengan emitor dari transistor- Menguji Transistor dengan metode base-kolektor
1. Buka Aplikasi Proteus 8.13
2. Ambil ohmmeter, Transistor dan Dioda pada librarynya
3. Hubungkan kutub positif ohmmeter dengan kutub negatif dari Dioda
4. Hubungkan kutub negatif dioda dengan kolektor dari transistor
5. Hubungkan kutub negatif ohmmeter dengan kutub positif dari Dioda
6. Hubungkan kutub positif dioda dengan basis dari transistor
Prinsip kerja:Dioda memberikan power supply berupa tegangan dan arus, kemudian jika ingin mengukur bias maju (forward) maka anoda dari dioda dihubungkan ke basis lalu anoda dihubungkan dengan kutub positif ohmmeter kemudian emitor dihubungkan ke katoda dari dioda lalu katoda dihubungkan ke kutub negatif ohmmeter. Dan jika ingin mengukur bias balik (reverse) maka katoda dari anoda dihubungkan ke kolektor lalu katoda dihubungkan ke kutub positif ohmmeter kemudian anoda dihubungkan dengan basis lalu anoda dihubungkan ke kutub negatif ohmmeter
- Download Rangkaian 3.27 klik disini
- Download Rangkaian 3.28 klik disini
- Download Datasheet BJT NPN klik disini




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar