Selasa, 27 Februari 2024

3.9 Transistor Testing



1. Pendahuluan[Back]
 Pengenalan pengujian transistor dalam elektronik dimulai dengan menyoroti peran transistor sebagai komponen kunci dalam berbagai perangkat elektronik, seperti penguat sinyal, sakelar elektronik, dan osilator.  Dalam konteks ini, pengujian transistor menjadi sangat penting untuk menjamin kualitas dan keandalan perangkat elektronik yang menggunakan transistor.  

Pengujian transistor membantu mengidentifikasi transistor yang rusak atau tidak berfungsi  sebelum diintegrasikan ke dalam perangkat elektronik, sehingga menghemat waktu dan biaya dalam proses produksi.  Selain itu, pengujian transistor juga penting untuk pemeliharaan peralatan elektronik yang ada karena  membantu mendeteksi kerusakan transistor yang mungkin disebabkan oleh pengaruh lingkungan atau penggunaan yang berlebihan.  

Pengujian transistor yang tepat memungkinkan teknisi dan insinyur  memastikan kualitas dan kinerja  perangkat elektronik yang optimal, sehingga meningkatkan efisiensi dan daya tahan perangkat tersebut.  Oleh karena itu, untuk mengembangkan dan memelihara perangkat elektronik yang andal dan berkualitas tinggi, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang cara pengujian transistor dan prinsip pengoperasiannya.

2. Tujuan[Back]

  • Untuk mengetahui apa yang saja alat yang digunakan untuk menguji transistor
  • Untuk memahami materi tentang cara pengujian transistor
  • Dapat mensimulasikan rangkaian untuk menguji transistor

3. Alat dan Bahan
  • Alat [Back]

          1.     Curve Tracer

    Untuk mengukur dan melihat grafik dari pengujian dioda dan transistor. Prinsip kerjanya sederhana yaitu ada tiga terminal yang bisa dihubungkan ke perangkat semikonduktor, contohnya transistor. Terminal C dihubungkan ke kolektor dan terhubung ke resistor variabel dan catu daya, terminal B terhubung ke sumber arus konstan yang bisa diatur berapa besarnya, terminal E dihubungkan ke emitor dan terhubung dengan ground. Nah, untuk melihat grafiknya cukup hubungkan output dari curve tracer dengan osiloskop

     

     2.     Multimeter Digital

     Alat ini digunakan untuk mengukur arus, tegangan dan resistansi. Alat ini juga dapat mengukur secara langsung layak atau tidaknya transistor untuk dipakai.

     3.     Ohmmeter

    Ohmmeter digunakan untuk mengukur resistansi pada resistor. Ohmmeter juga dapat mengukur kelayakan transistor, bisa atau tidaknya transistor digunakan.

  • Bahan[Back]

          1.     Transistor

     

    Transistor merupakan sebuah alat semikonduktor yang dapat dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Umumnya, transistor memiliki 3 terminal (kaki), yaitu Basis, Emitor, dan Kolektor.


4. Dasar Teori[Back]
TRANSISTOR TESTING

    Terdapat 3 cara  untuk menguji transistor yaitu, penggunaan Curve Tracer, meteran digital, dan ohmmeter.

  • Curve Tracer
    Alat ini dipakai untuk melihat grafik karakteristik dari perangkat semikonduktor terutama diode dan transistor
    Masing-masing kaki transistor dihubungkan ke curve tracer yang telah tersedia





    Kita juga bisa mengatur untuk menguji dengan apa, apakah itu NPN ataupun PNP, dan juga menggunakan resistansi rendah ataupun resistansi tinggi




    Jika sudah benar pemasangannya, kurva akan muncul seperti ini:





    Dengan sensitivitas vertikalnya yaitu 2mA/div dan sensitivitas horizontalnya 1V/div. Persamaan untuk menghitung kurvanya adalah sebagai berikut:


  • Meteran Digital

    Putuskan sambungan transistor yang ingin kita uji dari papan sirkuit. Jika tidak, multimeter bisa rusak dan hasil yang benar tidak akan muncul. Jika multimeter digital seperti Gambar 3.26 (a) yang memiliki port pengujian transistor, gunakanlah, dan masukkan transistor ke port pengujian transistor khusus. sisipkan 
    transistor sesuai notasi NPN atau PNP. layar multimeter digital akan membaca gain dari transistor. Jika bacaan  dari konfigurasi E-B-C menjadi B-C-E.


  • Ohmmeter
    Alat ohmmeter juga dapat memeriksa keadaan transistor



    Transistor memiliki 3 kaki dan ada persimpangannya, persimpangan basis-ke-emitor disebut bias maju (menggunakan hambatan relatif rendah) dan persimpangan basis-ke-kolektor disebut bias balik (menggunakan hambatan jauh lebih tinggi)

a.   Base-Emitor check

Untuk transistor NPN, sambungkan kabel positif ohmmeter ke basis dan kabel negatif ke emitor transistor. Transistor akan menunjukkan konektivitas. Dan sebaliknya untuk transistor PNP. Untuk transistor NPN, jika kabel positif ke emitor dan kabel negatif ke basis, transistor yang baik tidak akan menunjukkan konektivitas

 

b.   Base-Collector check

Untuk transistor NPN, sambungkan kabel positif ohmmeter ke basis dan kabel negatif ke kolektor. Transistor akan menunjukkan konektivitas. Dan sebaliknya untuk transistor PNP. Untuk transistor NPN, jika kabel positif ke kolektor dan kabel negatif ke basis, transistor yang baik tidak akan menunjukkan konektivitas



 Selain itu,ohmmeter juga digunakan untuk menentukan lead (dasar, kolektor, dan emitor) transistor










5. Percobaan[Back]
  • Menguji Transistor dengan metode base-emitor
    1. Buka Aplikasi Proteus 8.13
    2. Ambil ohmmeter, Transistor dan Dioda pada librarynya
    3. Hubungkan kutub positif ohmmeter dengan kutub positif dari Dioda
    4. Hubungkan kutub positif dioda dengan basis dari transistor
    5. 
    Hubungkan kutub negatif ohmmeter dengan kutub negatif dari Dioda
    6. Hubungkan kutub negatif dioda dengan emitor dari transistor





     

  • Menguji Transistor dengan metode base-kolektor
    1. Buka Aplikasi Proteus 8.13
    2. Ambil ohmmeter, Transistor dan Dioda pada librarynya
    3. Hubungkan kutub positif ohmmeter dengan kutub negatif dari Dioda
    4. Hubungkan kutub negatif dioda dengan kolektor dari transistor
    5. Hubungkan kutub negatif ohmmeter dengan kutub positif dari Dioda
    6. Hubungkan kutub positif dioda dengan basis dari transistor




    Prinsip kerja:

               Dioda memberikan power supply berupa tegangan dan arus, kemudian jika ingin mengukur bias maju (forward) maka anoda dari dioda dihubungkan ke basis lalu anoda dihubungkan dengan kutub positif ohmmeter kemudian emitor dihubungkan ke katoda dari dioda lalu katoda dihubungkan ke kutub negatif ohmmeter. Dan jika ingin mengukur bias balik (reverse) maka katoda dari anoda dihubungkan ke kolektor lalu katoda dihubungkan ke kutub positif ohmmeter kemudian anoda dihubungkan dengan basis lalu anoda dihubungkan ke kutub negatif ohmmeter
6. Video[Back]

            



7. File Download[Back]












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UTS